Jadwal Pelatihan Design Thinking 2026 Terbaru : Strategi Inovasi Unggul

Jadwal Pelatihan Design Thinking 2026 Terbaru : Strategi Inovasi Unggul

Jadwal Pelatihan Design Thinking 2026 Terbaru : Strategi Inovasi Unggul

Dalam era transformasi digital yang semakin cepat, Pelatihan Design Thinking 2026 menjadi salah satu pendekatan strategis yang sangat dibutuhkan oleh berbagai instansi pemerintah, BUMN, BUMD, maupun perusahaan swasta. Perubahan pola kerja, tuntutan pelayanan publik yang semakin cepat, serta kebutuhan inovasi yang berkelanjutan menjadikan metode design thinking sebagai solusi yang relevan dan aplikatif dalam menyelesaikan berbagai persoalan kompleks organisasi.

Namun demikian, banyak organisasi masih menghadapi tantangan dalam mengimplementasikan pendekatan inovatif yang terstruktur. Mulai dari kurangnya pemahaman SDM, keterbatasan metode pemecahan masalah berbasis user experience, hingga belum optimalnya kolaborasi lintas divisi. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi melalui Pelatihan Design Thinking 2026 menjadi langkah penting untuk menjawab kebutuhan tersebut secara komprehensif dan berkelanjutan.


Pengertian Pelatihan Design Thinking 2026

Pelatihan Design Thinking 2026 merupakan program pengembangan kompetensi yang dirancang untuk memperkuat kemampuan sumber daya manusia dalam menghadapi tantangan kompleks di era transformasi digital dan perubahan organisasi yang sangat cepat. Pendekatan ini berfokus pada pemecahan masalah berbasis manusia atau human-centered approach, yang menempatkan kebutuhan, perilaku, serta pengalaman pengguna sebagai pusat dari setiap proses pengambilan keputusan. Dalam konteks modern, metode ini menjadi sangat relevan karena organisasi tidak lagi hanya dituntut untuk efisien, tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi yang benar-benar sesuai dengan ekspektasi pengguna.

Dalam praktiknya, design thinking bukan sekadar metode kreatif, melainkan sebuah pola pikir yang sistematis untuk memahami masalah secara mendalam sebelum menghasilkan solusi. Pendekatan ini mendorong individu dan organisasi untuk tidak langsung terburu-buru pada solusi, tetapi terlebih dahulu melakukan eksplorasi terhadap akar permasalahan. Hal ini sangat penting karena banyak kegagalan implementasi kebijakan atau inovasi terjadi akibat kesalahan dalam memahami kebutuhan awal pengguna atau stakeholder.

Konsep empati menjadi fondasi utama dalam Pelatihan Design Thinking 2026. Empati dalam konteks ini bukan hanya kemampuan memahami secara emosional, tetapi juga kemampuan untuk mengamati, mendengarkan, dan menganalisis perilaku pengguna secara objektif. Dengan pendekatan ini, organisasi dapat memperoleh insight yang lebih akurat mengenai apa yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat atau pelanggan, bukan sekadar apa yang diasumsikan oleh internal organisasi.

Setelah tahap empati dilakukan, proses berlanjut ke tahap define atau pendefinisian masalah. Pada tahap ini, informasi yang telah dikumpulkan disaring dan dirumuskan menjadi problem statement yang jelas dan terarah. Tahapan ini sangat penting karena kualitas solusi sangat bergantung pada ketepatan dalam merumuskan masalah. Kesalahan dalam mendefinisikan masalah akan menyebabkan solusi yang dihasilkan menjadi tidak relevan atau tidak efektif dalam implementasi.

Dalam Pelatihan Design Thinking 2026, peserta juga diajarkan untuk memasuki tahap ideate atau pencarian ide. Tahap ini merupakan ruang eksplorasi kreatif di mana berbagai kemungkinan solusi dikembangkan tanpa batasan awal. Proses ini mendorong kolaborasi lintas disiplin, di mana setiap peserta memiliki kesempatan untuk menyampaikan gagasan tanpa takut dikritik pada tahap awal. Tujuannya adalah untuk menghasilkan sebanyak mungkin alternatif solusi yang kemudian akan diseleksi berdasarkan relevansi dan kelayakan.

Tahap berikutnya adalah prototyping, yaitu proses pembuatan model sederhana dari solusi yang telah dipilih. Prototyping tidak harus selalu berbentuk produk fisik, tetapi dapat berupa alur layanan, sistem digital, atau simulasi proses kerja. Tujuan utama dari tahap ini adalah untuk menguji ide secara cepat dan murah sebelum diterapkan secara penuh. Dengan cara ini, organisasi dapat mengurangi risiko kegagalan implementasi dalam skala besar.

Setelah prototyping, dilakukan tahap testing atau pengujian. Pada tahap ini, prototype yang telah dibuat diuji kepada pengguna atau stakeholder yang relevan. Hasil dari pengujian ini kemudian digunakan untuk melakukan perbaikan dan penyempurnaan. Proses ini bersifat iteratif, artinya dapat diulang beberapa kali hingga solusi yang dihasilkan benar-benar optimal dan sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Dalam konteks organisasi modern, Pelatihan Design Thinking 2026 tidak hanya terbatas pada pengembangan produk, tetapi juga sangat efektif diterapkan dalam reformasi layanan publik. Banyak instansi pemerintah yang mulai mengadopsi pendekatan ini untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Dengan memahami kebutuhan warga secara langsung, kebijakan dan layanan yang dihasilkan menjadi lebih tepat sasaran dan berdampak nyata.

Selain itu, pendekatan ini juga sangat relevan dalam dunia korporasi. Perusahaan yang menerapkan design thinking cenderung lebih adaptif terhadap perubahan pasar karena mereka selalu berorientasi pada kebutuhan pelanggan. Hal ini menciptakan keunggulan kompetitif yang signifikan, terutama dalam industri yang sangat dinamis seperti teknologi, layanan keuangan, dan e-commerce.

Pelatihan Design Thinking 2026 juga berperan penting dalam mendorong transformasi digital di berbagai sektor. Transformasi digital tidak hanya soal penggunaan teknologi, tetapi juga perubahan mindset dalam menyelesaikan masalah. Dengan design thinking, organisasi tidak hanya mengadopsi teknologi baru, tetapi juga memastikan bahwa teknologi tersebut benar-benar memberikan nilai tambah bagi pengguna.

Dalam implementasinya, banyak organisasi yang menggabungkan design thinking dengan pendekatan agile. Kombinasi ini menciptakan sistem kerja yang lebih fleksibel, cepat, dan responsif terhadap perubahan. Design thinking memberikan arah dalam memahami masalah, sementara agile memberikan kerangka kerja untuk implementasi solusi secara bertahap dan berkelanjutan.

Perubahan paradigma ini sangat penting karena tantangan organisasi saat ini bersifat kompleks dan tidak dapat diselesaikan dengan pendekatan linier. Banyak masalah yang saling terkait satu sama lain, sehingga membutuhkan pendekatan multidisiplin dan kolaboratif. Design thinking memberikan ruang untuk itu dengan mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam proses inovasi.

Dalam sektor pemerintahan, penerapan design thinking membantu meningkatkan kualitas layanan publik secara signifikan. Misalnya dalam pengembangan sistem pelayanan administrasi, pendekatan ini memungkinkan pemerintah untuk merancang layanan yang lebih mudah diakses, lebih cepat, dan lebih transparan. Hal ini pada akhirnya meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi publik.

Sementara itu, dalam sektor swasta, design thinking membantu perusahaan dalam menciptakan produk dan layanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar. Perusahaan tidak lagi hanya fokus pada apa yang mereka anggap baik, tetapi benar-benar memahami apa yang diinginkan oleh pelanggan. Pendekatan ini terbukti meningkatkan tingkat kepuasan pelanggan dan loyalitas jangka panjang.

Pelatihan Design Thinking 2026 juga memberikan dampak besar terhadap pengembangan budaya organisasi. Dengan pendekatan ini, organisasi didorong untuk lebih terbuka terhadap ide baru, lebih kolaboratif, dan tidak takut terhadap kegagalan. Kegagalan dipandang sebagai bagian dari proses pembelajaran, bukan sebagai akhir dari sebuah inovasi.

Budaya seperti ini sangat penting dalam menciptakan organisasi yang inovatif. Tanpa budaya yang mendukung, metode design thinking tidak akan berjalan optimal. Oleh karena itu, pelatihan ini tidak hanya fokus pada aspek teknis, tetapi juga pada perubahan mindset dan budaya kerja.

Dalam praktiknya, banyak organisasi yang mengalami peningkatan signifikan setelah menerapkan design thinking secara konsisten. Proses kerja menjadi lebih efisien, komunikasi antar tim menjadi lebih baik, dan hasil kerja menjadi lebih relevan dengan kebutuhan pengguna. Hal ini menunjukkan bahwa design thinking bukan hanya teori, tetapi pendekatan praktis yang dapat memberikan dampak nyata.

Selain itu, Pelatihan Design Thinking 2026 juga membantu meningkatkan kemampuan problem solving peserta. Kemampuan ini sangat penting dalam menghadapi berbagai tantangan yang tidak memiliki solusi tunggal. Dengan pendekatan ini, peserta dilatih untuk berpikir kritis, kreatif, dan sistematis dalam menyelesaikan masalah.

Dalam jangka panjang, penerapan design thinking dapat meningkatkan daya saing organisasi baik di tingkat nasional maupun global. Organisasi yang mampu berinovasi secara berkelanjutan akan lebih mudah bertahan dalam persaingan yang semakin ketat. Oleh karena itu, investasi dalam pelatihan ini merupakan langkah strategis yang sangat penting.

Pelatihan ini juga mendorong terciptanya kolaborasi lintas fungsi yang lebih efektif. Dalam banyak kasus, inovasi terbaik muncul dari kolaborasi antara berbagai disiplin ilmu. Design thinking memberikan ruang bagi kolaborasi tersebut dengan menghilangkan batasan struktural yang kaku dalam organisasi.

Dengan semakin kompleksnya tantangan di era modern, kebutuhan akan pendekatan seperti design thinking akan terus meningkat. Organisasi yang tidak beradaptasi dengan perubahan ini berisiko tertinggal dalam persaingan. Oleh karena itu, Pelatihan Design Thinking 2026 menjadi sangat relevan dan strategis untuk diikuti oleh berbagai kalangan profesional.

Pada akhirnya, design thinking bukan hanya metode, tetapi sebuah cara berpikir yang mengubah cara organisasi memahami masalah dan menciptakan solusi. Dengan mengedepankan empati, kreativitas, dan eksperimen, pendekatan ini mampu menghasilkan inovasi yang lebih manusiawi, efektif, dan berkelanjutan dalam jangka panjang.

Peran dan Pentingnya Pelatihan/Bimtek Pelatihan Design Thinking 2026

Pelatihan Design Thinking 2026 memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas SDM dan daya saing organisasi. Pendekatan ini tidak hanya memberikan teori, tetapi juga praktik langsung dalam menyelesaikan masalah nyata di lapangan.

Manfaat strategis pelatihan ini antara lain:

  • Peningkatan kompetensi SDM dalam berpikir kreatif dan sistematis untuk menyelesaikan masalah kompleks.
  • Kepatuhan terhadap regulasi inovasi dan transformasi digital, khususnya di sektor pemerintahan.
  • Efektivitas proses pengambilan keputusan melalui pendekatan berbasis data dan kebutuhan pengguna.
  • Transparansi dan akuntabilitas organisasi dalam pengembangan layanan publik.
  • Efisiensi kerja organisasi melalui perbaikan proses bisnis yang lebih adaptif.
  • Peningkatan profesionalisme layanan publik yang berorientasi pada kepuasan masyarakat.

Melalui pendekatan Bimtek Design Thinking untuk Inovasi Organisasi, instansi dapat membangun budaya kerja yang lebih kolaboratif, adaptif, dan inovatif dalam menghadapi perubahan lingkungan kerja yang dinamis.


Materi Pelatihan Design Thinking 2026

Materi dalam program Pelatihan Design Thinking 2026 dirancang secara sistematis agar peserta dapat memahami konsep hingga implementasi secara praktis.

  1. Konsep Dasar Design Thinking
    • Tujuan: Memahami prinsip dasar design thinking dan relevansinya dalam organisasi modern.
    • Output: Peserta mampu memahami mindset inovatif berbasis user-centered design.
  2. Empathy Mapping dan User Research
    • Tujuan: Mengidentifikasi kebutuhan pengguna secara mendalam.
    • Output: Peserta mampu melakukan analisis kebutuhan stakeholder secara efektif.
  3. Problem Definition (Define Stage)
    • Tujuan: Merumuskan masalah utama secara tepat dan terukur.
    • Output: Peserta mampu menyusun problem statement yang jelas dan strategis.
  4. Ideation Technique
    • Tujuan: Menghasilkan berbagai alternatif solusi kreatif.
    • Output: Peserta mampu mengembangkan ide inovatif melalui brainstorming terstruktur.
  5. Prototyping dan Testing
    • Tujuan: Menguji solusi sebelum implementasi penuh.
    • Output: Peserta mampu membuat prototype sederhana dan melakukan evaluasi efektivitas solusi.
  6. Implementasi Design Thinking dalam Organisasi
    • Tujuan: Mengintegrasikan metode design thinking dalam proses kerja nyata.
    • Output: Peserta mampu menerapkan pendekatan ini dalam proyek organisasi.

Tujuan dan Manfaat Pelatihan Design Thinking 2026

Program ini memberikan manfaat nyata bagi peserta maupun organisasi secara keseluruhan, antara lain:

  • Meningkatkan kemampuan analitis dan kreatif dalam menyelesaikan masalah.
  • Memberikan solusi implementatif terhadap tantangan organisasi.
  • Mendorong efisiensi proses kerja berbasis inovasi.
  • Meningkatkan pemahaman terhadap kebutuhan pengguna atau masyarakat.
  • Menguatkan budaya kerja kolaboratif dan berbasis inovasi.
  • Mendukung transformasi digital dan modernisasi layanan organisasi.

Melalui Pelatihan Design Thinking Berbasis Problem Solving, peserta akan mampu mengubah tantangan menjadi peluang inovasi yang berdampak langsung pada peningkatan kinerja organisasi.


Narasumber dan Fasilitator

Kualitas Pelatihan Design Thinking 2026 didukung oleh narasumber yang berpengalaman dan memiliki kompetensi tinggi di bidangnya, antara lain:

  • Praktisi profesional di bidang inovasi dan transformasi digital
  • Akademisi dari perguruan tinggi terkemuka
  • Konsultan bisnis dan pengembangan organisasi
  • Perwakilan kementerian/lembaga terkait transformasi birokrasi
  • Tenaga ahli yang berpengalaman dalam implementasi design thinking

Dengan kombinasi pengalaman praktis dan akademis, peserta akan mendapatkan wawasan yang komprehensif serta studi kasus nyata yang dapat langsung diterapkan dalam organisasi.


FAQ – Jadwal Pelatihan Design Thinking 2026

1. Apa itu Pelatihan Design Thinking 2026?
Pelatihan ini adalah program peningkatan kompetensi yang berfokus pada metode pemecahan masalah berbasis human-centered design untuk menghasilkan inovasi.

2. Siapa yang perlu mengikuti Pelatihan Design Thinking 2026?
Pelatihan ini ditujukan untuk ASN, pegawai BUMN/BUMD, perusahaan swasta, akademisi, dan profesional yang ingin meningkatkan kemampuan inovasi.

3. Apa manfaat utama mengikuti pelatihan ini?
Manfaatnya meliputi peningkatan kreativitas, efisiensi kerja, kemampuan problem solving, serta peningkatan kualitas layanan organisasi.

4. Apakah pelatihan ini bersifat praktik?
Ya, pelatihan ini berbasis praktik dengan studi kasus nyata sehingga peserta dapat langsung menerapkan metode design thinking.

5. Apakah Pelatihan Design Thinking 2026 relevan untuk instansi pemerintah?
Sangat relevan, karena mendukung reformasi birokrasi, inovasi layanan publik, dan transformasi digital pemerintahan.


Penutup Jadwal Pelatihan Design Thinking 2026

Tingkatkan kompetensi dan daya saing organisasi Anda melalui Pelatihan Design Thinking 2026 bersama Prima Pelatihan Indonesia. Program ini dirancang untuk membantu instansi dan perusahaan menciptakan inovasi yang berkelanjutan, efektif, dan berdampak nyata. Segera daftarkan diri Anda dan jadilah bagian dari transformasi inovasi modern di Indonesia.

Jadwal Pelatihan Design Thinking 2026 Jadwal Pelatihan Design Thinking 2026 Jadwal Pelatihan Design Thinking 2026 Jadwal Pelatihan Design Thinking 2026 Jadwal Pelatihan Design Thinking 2026 Jadwal Pelatihan Design Thinking 2026Jadwal Pelatihan Design Thinking 2026 Jadwal Pelatihan Design Thinking 2026 Jadwal Pelatihan Design Thinking 2026 Jadwal Pelatihan Design Thinking 2026 Jadwal Pelatihan Design Thinking 2026 Jadwal Pelatihan Design Thinking 2026

Pelatihan ini juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas fungsi. Dalam banyak kasus, inovasi terbaik lahir dari kerja sama berbagai pihak dengan latar belakang yang berbeda. Dengan adanya kolaborasi yang baik, organisasi dapat menghasilkan solusi yang lebih komprehensif dan tidak terjebak pada satu perspektif saja. Hal ini sangat penting terutama dalam organisasi besar yang memiliki kompleksitas tinggi.

Dalam implementasinya, design thinking juga sangat mendukung proses transformasi digital yang sedang berlangsung di berbagai sektor. Transformasi digital tidak hanya tentang penggunaan teknologi, tetapi juga perubahan cara berpikir dan cara kerja organisasi. Dengan design thinking, teknologi tidak lagi menjadi tujuan utama, melainkan alat untuk mencapai solusi yang lebih baik bagi pengguna.

Jadwal Pelatihan Design Thinking 2026 Jadwal Pelatihan Design Thinking 2026 Jadwal Pelatihan Design Thinking 2026 Jadwal Pelatihan Design Thinking 2026 Jadwal Pelatihan Design Thinking 2026 Jadwal Pelatihan Design Thinking 2026Jadwal Pelatihan Design Thinking 2026 Jadwal Pelatihan Design Thinking 2026 Jadwal Pelatihan Design Thinking 2026 Jadwal Pelatihan Design Thinking 2026 Jadwal Pelatihan Design Thinking 2026 Jadwal Pelatihan Design Thinking 2026 

Prima Pelatihan Indonesia menghadirkan program ini dengan pendekatan yang aplikatif dan berbasis studi kasus nyata. Peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga pengalaman langsung dalam memecahkan masalah yang sering terjadi di lingkungan kerja mereka. Pendekatan ini membuat pelatihan menjadi lebih relevan dan mudah diterapkan setelah kembali ke organisasi masing-masing.

Selain itu, pelatihan ini juga membantu organisasi dalam meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan. Dengan pendekatan berbasis data dan kebutuhan pengguna, keputusan yang diambil menjadi lebih tepat sasaran dan memiliki dampak yang lebih besar. Hal ini sangat penting dalam lingkungan kerja yang menuntut kecepatan dan ketepatan dalam setiap langkah strategis.

Penerapan design thinking juga memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas layanan publik. Banyak instansi yang berhasil meningkatkan kepuasan masyarakat setelah mengadopsi pendekatan ini. Layanan menjadi lebih sederhana, lebih cepat, dan lebih sesuai dengan kebutuhan pengguna, sehingga meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi.

Di sektor swasta, pendekatan ini membantu perusahaan dalam menciptakan produk dan layanan yang lebih kompetitif. Perusahaan yang mampu memahami kebutuhan pelanggan secara mendalam akan lebih mudah memenangkan persaingan pasar. Hal ini karena mereka tidak hanya menjual produk, tetapi juga memberikan pengalaman yang bernilai bagi pelanggan.

Pelatihan Design Thinking 2026 juga mendorong perubahan budaya organisasi menjadi lebih inovatif dan adaptif. Organisasi yang sebelumnya cenderung kaku dan hierarkis mulai bertransformasi menjadi lebih terbuka terhadap ide baru. Budaya ini sangat penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang dinamis dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan.

Selain itu, pelatihan ini juga memberikan dampak pada peningkatan kemampuan problem solving peserta. Dalam dunia kerja modern, kemampuan ini menjadi salah satu kompetensi kunci yang sangat dibutuhkan. Dengan design thinking, peserta dilatih untuk melihat masalah dari berbagai sudut pandang dan menemukan solusi yang lebih kreatif serta efektif.

Dalam jangka panjang, implementasi design thinking dapat meningkatkan daya saing organisasi secara signifikan. Organisasi yang mampu berinovasi secara konsisten akan lebih siap menghadapi perubahan dan tantangan di masa depan. Oleh karena itu, investasi dalam pelatihan ini bukan hanya kebutuhan jangka pendek, tetapi juga strategi jangka panjang yang sangat penting.

Prima Pelatihan Indonesia berkomitmen untuk menghadirkan pelatihan berkualitas tinggi yang sesuai dengan kebutuhan industri dan pemerintahan saat ini. Dengan fasilitator yang berpengalaman dan materi yang selalu diperbarui, peserta akan mendapatkan pembelajaran yang relevan, praktis, dan mudah diaplikasikan.

Pada akhirnya, Pelatihan Design Thinking 2026 bersama Prima Pelatihan Indonesia bukan hanya sekadar program pelatihan, tetapi sebuah langkah strategis menuju transformasi organisasi yang lebih inovatif, adaptif, dan berdaya saing tinggi. Dengan mengikuti program ini, organisasi Anda akan lebih siap menghadapi tantangan masa depan dan menciptakan solusi yang benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan dunia kerja modern.

Jadwal Pelatihan Design Thinking 2026 Terbaru : Strategi Inovasi Unggul

Jadwal Pelatihan Design Thinking 2026 Terbaru : Strategi Inovasi Unggul

Sehubung Dengan Penjelasan Di Atas, Dalam Rangka Memahami Serta Meningkatkan Kapasitas Dan Kapabilitas Pemerintah Pusat, Daerah Dan Swasta. Maka Kami Dari Prima Pelatihan Indonesia Mengajak Bapak/Ibu/Saudara(i) Untuk Mengikuti Bimbingan Teknis Dengan Tema:

Metode :

Pemaparan Materi, diskusi, tanya jawab, studi kasus dan simulasi langsung dengan konsep:

  • 20% Teori berdasarkan literatur praktisi
  • 40% analisa best practices & benchmarking antara: Institusi, korporasi & Industri
  • 40% Studi kasus nyata & brainstorming antara Narasumber / Trainer dengan peserta kegiatan

Narasumber:

Narasumber dalam Bimtek/Pelatihan ini adalah Trainer yang berpengalaman di bidang masing-masing dan Tersertifikasi BNSP. Narasumber kami dari kalangan Kementrian, Praktisi, Akademisi dan Konsultan. Narasumber kami juga open diskusi sebelum dan sesudah kegiatan berlangsung, agar semua masalah yang dihadapi oleh peserta dapat terselesaikan dan tercapainya tujuan dari peserta.

Pilihan Lokasi Kegiatan:

Bimtek dan Pelatihan ini dilaksanakan di Beberapa kota besar di Indonesia Seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Bali, Batam, Surabaya, Malang, Medan, Makassar, Lampung, Semarang, Manado, Balikpapan, Samarinda, Banjarmasin, Palembang, Maluku, Papua dan Kota-kota besar lainnya. Peserta dapat request kota pilihan sesuai permintaan dengan menghubungi Tim kami.

Waktu Kegiatan:

Untuk waktu kegiatan dapat menyesuaikan permintaan dari peserta, dan tersedia dari Bulan Januari sampai Desember 2026.

Legalitas Lembaga Prima Pelatihan Indonesia:

  • SK KEMENKUMHAM RI NOMOR AHU-0034847.AH.01.01.TAHUN 2026
  • NPWP PRIMA PELATIHAN INDONESIA : 1000.0000.0.947.8370
  • NOMOR INDUK BERUSAHA (NIB): 0405260101073
  • AKTA NOTARIS: No. 121, Tanggal 30 April 2026 (Notaris Cynthia Maharani, S.H., M.KN.)

Pilihan Kelas Pelaksanaan:

  1. Kelas Tatap Muka Di Hotel
  2. Online Zoom Meeting
  3. In House Training

Biaya :

  • Online Zoom Meeting : Rp. 3.000.000,- (Tiga Juta Rupiah)
  • Non Akomodasi Penginapan : @Rp. 4.000.000,- (Empat Juta Rupiah)
  • Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Twin Sharing (1 Kamar Untuk 2 Orang Peserta) : Rp. 4.800.000,- (Empat Juta Delapan Ratus Ribu Rupiah)
  • Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Suite Room (1 Kamar Untuk 1 Orang Peserta) : Rp. 5.700.000,- (Lima Juta Tujuh Ratus Ribu Rupiah)

Fasilitas :

  • Bahan Ajar Modul ( Softcopy Dan Hardcopy)
  • Seminar Kit
  • Kuitansi Pembayaran Perpeserta
  • Sertifikat
  • Tas Kegiatan
  • Konsumsi Dan Coffe Break Selama Kegiatan
  • Kartu Tanda Peserta
  • Penjemputan Di Bandara / Stasiun Bagi Peserta Rombongan Minimal 8 Orang Peserta

Tata Cara Pendaftaran:

  • Surat Undangan Kegiatan Beserta Jadwal Kegiatan Akan Dikirimkan Setelah Melakukan Konfirmasi Melalui Panitia Hendra Hp/Wa: 0822-3206-4134
  • Surat Undangan Kegiatan Akan Dikirimkan Via E-Mail Dan/Atau Whatsapp
  • Bagi Peserta Minimal 5 Orang Dapat Menentukan Waktu, Tempat Dan Materi Kegiatan Sesuai Kebutuhan Peserta
  • Pendaftaran Paling Lambat 3 Hari Sebelum Pelaksanaan Kegiatan
  • Tema, Materi Serta Rundown Kegiatan Dapat Menyesuaikan Keinginan Peserta

Kontak Person :

Jadwal Pelatihan Design Thinking 2026 Terbaru : Strategi Inovasi Unggul

Jadwal Pelatihan Design Thinking 2026 Terbaru : Strategi Inovasi Unggul